11
0
6
Ari Ar558
PUTU BAMBU: RASA YANG NGGAK PERNAH MINTA MODERN, TAPI TETAP ABADI. Tuuut... tuuuut... tuuut... Itu suara yang dulu bikin kamu lari ke depan rumah. Abang putu lewat. Kukusan bambu mengepul. Harumnya khas. Gula merah terbakar, kelapa parut nempel di tangan. Kecil, tapi rasanya nggak pernah kalah. Putu bambu bukan sekadar jajanan. Asalnya dari kue Tionghoa, dibawa pedagang ke Nusantara sejak abad ke-14. Tapi di sini, kue itu berubah jadi milik rakyat. Jadi milik kamu. Milik kita semua. Fakta yang ... المزيد
تقييم
إلغاء
إرسال